PENTINGNYA ASURANSI
Semua orang Khusunya, tanpa kecuali,selalu ingin berada dalam kondisi sehat. Pola hidup yang seimbang antara pola makan yang baik, berolahraga, dan istirahat yang cukup adalah salah satu kunci supaya kita tidak hanya sehat, tapi kuat secara fisik. Namun demikian, kemungkinan adanya Risiko pasti ada Contohnya "Sakit" kita ga tau kapan sakit itu datang, oleh karena itu penting untuk kita mempersiapkan biaya-biaya yang akan kita keluarkan ketika mengalami Sakit yang mungkin suatu saat bisa datang. Penunjang dari kebutuhan ini adalah asuransi kesehatan. Seperti apa asuransi kesehatan ini dan fasilitas apa saja yang biasa kita dapatkan? Kita bahas, yuk!
Siapa yang memerlukan proteksi kesehatan ini? Semua orang, dari bayi baru lahir hingga usia lanjut. Mengapa begitu? Sebab siapapun bisa terkena risiko sakit, tanpa memandang usia, jenis kelamin, ataupun jenis pekerjaan,maka sangatlah penting kesehatan bagi kita semuaApa saja yang dilindungi dengan memiliki asuransi kesehatan? Untuk asuransi yang dibeli per orangan atau keluarga, biasanya adalah biaya rawat inap di rumah sakit,kunjungan Dokter,dan yang bersangkutan lainnya.Semua dilindungi oleh pihak asuransi. Beberapa perusahaan asuransi memang menawarkan perlindungan untuk biaya rawat jalan juga.
Kalau dilihat dari penjabaran di atas, tidak ada alasan untuk tidak memiliki proteksi kesehatan, ya. Tapi mungkin Mommies masih bingung memilih proteksi yang tepat buat diri sendiri dan keluarga. Berikut kiat yang dapat membantu memilih asuransi kesehatan yang tepat:
- Pilih asuransi kesehatan murni
Murni di sini artinya dalam perencanaan asuransi ini tidak
ada nilai investasi. Ciri khas dari asuransi yang sifatnya murni adalah
hangus, tidak ada return yang kita dapatkan, dan
ketika premi asuransi itu dibayarkan, maka semua proteksi itu pun
hangus. Ini berlaku baik untuk asuransi yang sifatnya cashless maupun yang sifatnya santunan.
Memilih asuransi kesehatan murni ini dari segi biaya akan
lebih murah dan juga pencapaian tujuan menjadi optimal. Contoh saja,
Mommies yang berumur 30 tahun yang ingin memiliki proteksi kesehatan cashless untuk kamar Rp 750 ribu, maka perkiraan premi tahunannya adalah Rp 3,8 juta per tahun. Reasonable, kan?
- Sesuaikan kebutuhan dan budget
Ini perlu kita pertimbangkan. Setiap orang mungkin memiliki
kenyamanan yang berbeda dalam memilih rumah sakit, memilih jenis kamar.
Oleh karena itu, jangan hanya karena premi murah lalu kita memilih jenis
kamar yang paling murah. Akibatnya, pada saat benar-benar masuk rumah
sakit, dan harus masuk ke kamar yang mungkin isinya 6 orang – misalnya –
akhirnya kita memutuskan untk masuk kamar untuk 2 orang. Akibatnya,
kita harus menambah biaya sendiri dan proteksi menjadi tidak optimal.
Tentu saja kebutuhan ini harus di sesuaikan budget.
Contoh saja, jika premi tahunan untuk kamar Rp 750 ribu terlalu mahal
untuk Mommies, mungkin proteksinya bisa kita turunkan untuk kamar Rp 500
ribu. Perkiraan premi tahunannya menjadi Rp 3,4 juta per tahun.
- Perusahaan dan agen asuransi
Cari perusahaan asuransi yang baik, dalam arti mereka sudah
cukup lama berkecimpung di dunia asuransi terutama di Indonesia. Karena
kredibilitas dalam perusahaan jasa – tak terkecuali perusahaan asuransi –
tidak bisa kita abaikan. Tentunya kita tidak mau membeli produk dari
perusahaan yang tidak dapat dipercaya.
Penting juga untuk memilih agen yang sudah cukup lama
berkarier dalam jasa asuransi ini, karena mereka akan memiliki
pengetahuan yang luas dan juga dalam mengenai produk yang mereka
tawarkan, sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang cukup banyak
sebelum akhirnya kita membeli produk tersebut.
- Benefit dari kantor
Mommies, coba cek, ya, manfaat kesehatan yang didapatkan
dari kantor baik yang dimiliki suami atau Mommies yang bekerja. Coba
lihat nilainya, apa saja cakupan proteksinya, nilainya cukup atau tidak.
Kalau nilainya cukup, tidak perlu membeli proteksi kesehatan individual
lagi. Tapi kalo tidak cukup, maka kita bisa memberi proteksi tambahan untuk
kita dan keluarga. Ingat, ya, proteksi yang sifatnya murni nilainya
hangus. Kalau kita memang tidak perlu membeli sendiri, maka nilai premi
itu bisa kita switch untuk dijadikan investasi.
Di ambil Dari Sumber Reliza Arfiani (Icha- @relizakodri)